Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh fisioterapis untuk memotivasi pasien di rumah sakit Immanuel Bandung.
Penelitian ini menggunakan 4 tahapan komunikasi terapeutik untuk membantu menemukan hasil akhir, 4 tahap tersebut yaitu pra-interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi dan selanjutnya akan dideskripsikan. Tipe penelitian adalah kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sebagian besar data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Untuk Informan adalah fisioterapis rs Immanuel berjumlah 2 orang , dan pasien fisioterapi berjumlah 2 orang. Teknik samplingnya adalah Tehnik Purposive Sampling.
Hasil penelitian menjabarkan bahwa pentingnya motivasi yang dilakukan fisioterapi terhadap pasien demi kesembuhan mereka. Fase pra-interaksi merupaksan fase dimana fisioterapis belum bertemu dengan pasien dan mereka melakukan persiapan terhadap dirinya sebelum bertemu dengan pasien. Fase orientasi merupakan fase perkenalan antara fisioterapis dan pasien. Fase orientasi merupakan waktu yang tepat bagi fisioterapis untuk membangun kepercayaan kepada pasiennya. Fase kerja merupakan inti dari tahapan komunikasi terapeutik, karena fisioterapis dituntut untuk bisa memberikan pemeriksaan, pendidikan kesehatan, bahkan motivasi kepada pasien. Fase terminasi merupakan tahap akhir pertemuan antara fisioterapis dengan pasien, terbagi menjadi 2 yakni terminasi sementara dan akhir. Hasil kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tahapan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh fisioterapis di rumah sakit Immanuel Bandung baik dalam memotivasi pasien untuk mencapai kesembuhan. Saran yang diberikan peneliti yaitu agar fisioterapis terus melakukan motivasi demi kebaikan atau kesembuhan pasien.