DETAIL DOCUMENT
Pola Komunikasi Pemuda Hijrah Al-Furqon Melalui Konsep Holaqoh (Studi Deskriptif Pola Komunikasi Pemuda Hijrah Al-Furqon di Gang Babakan Priangan Bandung melalui konsep holaqoh)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Pratama, Mohamad Elfan Putra
Subject
302_Social Interaction 
Datestamp
2019-06-19 01:24:13 
Abstract :
Majelis Al-Furqon adalah suatu kelompok pengajian islami yang menggunakan konsep holaqoh sebagai metode dakwah ataupun pembelajaran dari ustadz kepada para jama’ah-nya yang bertempat di Kota Bandung. Keunikan dari konsep holaqoh ini adalah pola komunikasi yang dibentuk secara melingkar sehingga para jama’ah dan ustadz-nya bisa berinteraksi secara interaktif. Sebagai salah satu kelompok pengajian yang pada dasarnya mempunyai tujuan untuk memberikan dan menyebarkan ilmu islam secara kaffah atau keseluruhan kepada masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Pola Komunikasi Pemuda Hijrah Al-Furqon Melalui Konsep Holaqoh (proses komunikasi primer, proses komunikasi sekunder, hambatan).Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif, desain penelitian yaitu deskriptif. Subjek penelitiannya adalah key informan dari anggota majelis Al-Furqon yaitu ketua majelis, ustadz dan jama’ah dengan objek penelitiannya adalah proses komunikasi majelis Al-Furqon dengan konsep holaqoh. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, riangulasi, dan diskusi teman sejawat.Hasil dari penelitian ini majelis Al-Furqon memiliki pola komunikasi yang sudah terbentuk, sebelum terbentuknya pola komunikasi terdapat proses komunikasi primer antara para jama’ah dengan ketua majelis dan ustadz-nya. Adapun proses komunikasi sekunder yang terjadi antara para jama’ah, ketua majelis dan ustadz-nya menggunakan media dalam berinteraksi, sehingga terdapat proses komunikasi. Selain itu antara jama’ah dan ustadz memiliki hambatan komunikasi, dimana hambatan tersebut terlihat pada sisi gangguan semantik dan mekanik, kepentingan, prasangka, dan motivasi terpendam. Alhasil dari semua rangkaian yang ada maka terbentuklah sebuah pola komunikasi antara para jama’ah dan ustadz-nya untuk senantiasa hadir di pengajian tersebut.Kesimpulannya terdapat proses komunikasi antara jama’ah dan ustadz, hambatan komunikasi yang menghasilkan solusi atau cara dalam mengatasi hambatan tersebut, proses komunikasi dari individu yang dibangun di dalam kelompok memiliki tujuan. Dengan terbentuk dari para jama’ah akan membangun pola dari komunikasi yang dijalin antara ketua majelis, ustadz dan jama’ah. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia