Abstract :
Penelitian ini dilakukan bermaksud untuk mengetahui wacana pemanfaatan lahan eks Palaguna, dalam teks berita tentang Gerakan Save Eks Palaguna Hutan Kota Yess!! Mal No!!! di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 3 April 2017. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dimunculkan pertanyaan tentang bagaimana dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial pada teks berita opini ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan penelusuran data online.Hasil penelitian, dimensi konteks sosial, wacana yang berkembang di masyarakat saat itu lebih mengarah kepada konsensus bahwa Pemkot adalah unsur pemerintah yang benar mempertahankan argumennya lewat walikota Ridwan Kamil, sedangkan Pemprov melalui PD Jawi berkomitmen untuk alasan meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah. Sehingga banyak masyarakat yang menyatakan penolakan dengan menggelar aksi budaya. Dimensi kognisi sosial, teks berita tidak terlepas dari kognisi sosial wartawan itu sendiri yang memandang kasus eks Palaguna sebagai malgovernance di ranah birokrasi, namun menunjukan ketidakmampuan massa Aliansi Warga Bandung menentang kebijakan pemerintah. Dimensi teks menunjukan bahwa teks berita opini "Gerakan Save Eks Palaguna Hutan Kota Yess!! Mal No!!!" mengusung tema keselarasan mikrokosmos dan makrokosmos wilayah Alun-alun, tema tersebut tidak dapat memaparkan secara komprehensif inti permasalahan.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan teks berita opini telah mengenyampingkan wacana ekologi politik massa Gerakan Save Eks Palaguna yang tidak memiliki legitimasi dengan wacana pemanfaatan lahan Eks Palaguna menjadi The Bandung Icon. Saran dari peneliti, masyarakat lebih waspada dengan pemberitaan, terutama berjenis interpretatif yang sarat muatan ideologi, politik dan kuasa wacana.