DETAIL DOCUMENT
Kajian Bentuk Dan Makna Simbolik Rumah Adat Gorontalo (Studi Kasus Bangunan Hasil Rekonstruksi Rumah Adat Bantayo Po’ Boide Kabupaten Gorontalo)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Ali, Almer Hassan
Subject
720_Architecture. 
Datestamp
2020-08-24 02:20:21 
Abstract :
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai tradisi Rumah Adat Bantayo Po’ Boide dengan berusaha mengungkapkan nilai budaya masyarakat Kabupaten Gorontalo. Secara khusus : Pertama mendeskripsikan komponen arsitektur Rumah Adat Bantayo Po’ Boide Kabupaten Gorontalo meliputi bagian atap, bagian badan serta bagian bawah bangunan; dan kedua Mengungkapkan makna simbol-simbol yang ada pada Rumah Adat Bantayo Po’ Boide Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan mengumpulkan berbagai data kualitatif yang berkaitan dengan bentuk dan makna simbolik pada Rumah Adat Bantayo Po’ Boide Kabupaten Gorontalo, sedangkan alat pengumpulan data menggunakan metode Observasi, Dokumentasi, Wawancara dan Studi Pustaka. Hasil penelitian ini adalah : 1) Jumlah tiang penyangga rumah yang berjumlah 32 diketahui sebagai perlambangan 32 penjuru mata angin. Ini bermakna bahwa para penguasa negeri atau pemimpin harus mempunyai perhatian atas segala aspek kehidupan rakyat tanpa mengenal pilih kasih; 2) Jumlah anak tangga bagian depan yang berjumlah 8 sebagai simbol 8 kerajaan kecil yang membantu sehingga kerajaan Limutu menjadi besar; 3) Tiang utama yang berjumlah 2 yang tertancap langsung ke rangka atap, sebagai perlambangan ikrar persatuan antara kerajaan Hulontalo dan Limutu; 4) Tiang depan sebanyak 6 buah mempunyai makna 6 sifat utama atau ciri khas masyarakat Gorontalo yaitu: Tinepo (tenggang rasa), Tombulao (hormat), Tombulu (bakti kepada penguasa/pemerintah), Wu’udu (sesuai kewajaran), Adati (patuh kepada peraturan), dan Buto’o (taat pada keputusan hakim). Selain makna konstruksi, penulis juga menemukan adanya makna ragam hias yang terdapat pada rumah adat Bantayo Po’ Boide. 1) Bagian depan rumah terdapat ornamen yang di stilasi dari tumbuhan bunga teratai dan sukun juga burung belibis. Simbol dari ornamen teratai pemimpin yang mencintai kehidupan berkerakyatan. Makna tumbuhan sukun sebagai pengayom, sedangkan burung belibis menggambarkan sebagai orang Gorontalo yang bertubuh kecil tapi lincah dan cerdik. 2) Ornamen pada pinggiran plafon bermotif pohon beringin dan segitiga. Makna pohon beringin kekuatan dan persatuan, sedangkan segitiga yaitu 3 unsur kehidupan (Tuhan, Raja, Rakyat). 3) Ornamen pada ventilasi pintu dan jendela merupakan stilasi dari bentuk tombak dan tameng, memiliki makna penjaga diri atau kewaspadaan. 4) Ornamen plafon ruang tengah kombinasi dari bunga teratai dan rantai. Dimana teratai bermakna pemimpin yang merakyat sedangkan rantai bermakna ikatan persaudaraan kerajaan Hulontalo dan Limutu. 5) Ornamen pada lyst plank berbentuk stilasi dari tumbuhan melati yang mempunyai makna kemuliaan dan keramahan. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia