Abstract :
Saat ini penyimpanan digital konvensional sudah mulai tergantikan oleh kehadiran teknologi cloud storage. Dengan ukuran data yang tiap hari semakin meningkat maka tidak relevan lagi untuk menyimpan data pada penyimpanan konvensional. Dikutip okezone.com, ditahun 2014 pengguna cloud storage mencapai 1,136 juta dan akan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2020. Dengan adanya tren positif tersebut, kemudian dilakukan wawancara kepada beberapa programmer yang memiliki ketertarikan didalam membangun aplikasi cloud storage. Dari wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa kendala dalam membangun perangkat lunak cloud storage adalah programmer harus membangun fungsional sistem dari awal dikarenakan belum adanya kode sumber yang dapat dipakai ulang. Solusi yang dapat diberikan adalah dengan membangun sebuah class library yang menyediakan fungsionalitas umum untuk domain file manager pada aplikasi cloud storage berbasis web. Ditahap awal penelitian dilakukan analisis domain pada tiga aplikasi sejenis untuk mendapatkan frozenspot dan hotspot. Tahapan selanjutnya melakukan perancangan kelas berdasarkan analisis hotspot dan diperoleh enam kelas pada class library yang dirancang, kelas – kelas tersebut adalah upload, manage, view, download, session, dan database. Kelas – kelas yang diperoleh dari hasil perancangan kelas diimplementasikan kedalam kode program dan dilakukan pengujian melalui tiga tahapan pengujian yaitu unit testing, integration testing, dan acceptence testing. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan class library untuk domain file manager pada aplikasi cloud storage dapat memudahkan programmer didalam membangun perangkat lunak dengan menyediakan fungsionalitas umum untuk domain file manager pada aplikasi cloud storage berbasis web. Saran yang diberikan adalah menambahkan fungsional keamanan dan exception atau penanganan masalah pada class library yang dibangun.