Abstract :
Dalam membuat sebuah sistem baru yang belum pernah diimplementasikan sebelumnya, bantuan penggunaan simulasi menjadi salah sastu cara untuk menghindari pemborosan biaya lewat metode trial & error. Dalam peningkatan kapasitas produksi sebuah manufaktur model simulasi dapat memberikan hasil yang lebih nyata dibandingkan dengan model matematis karena dapat melibatkan ketidakpastian yang selalu terjadi dalam sebuah sistem sebenarnya. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ProModel untuk mensimulasikan produksi produk serbuk di PT Tekad Mandiri Citra dengan metode LEAP yaitu menentukan lokasi, entitas, arrival dan proses yang ada. Data didapatkan dengan cara observasi langsung pada setiap proses dan transportasi yang ada. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terjadi pengingkatan utilitas rata-rata dan pengurangan waktu siklus jika kapasitas produksi ditingkatkan, dan biaya produksi yang memiliki breakevent point pada titik 120 batch, artinya jika target produksi kurang dari 120 batch dalam sebulan maka cara peningkatan kapasitas yang tepat adalah dengan menambahkan operator pada proses pengemasan karena biaya yang lebih rendah, namun jika target kapasitas produksi melebihi 120 batch dalam sebulan, maka alternatif mesin A jika digunakan akan menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah.