Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Islamophobia yang terjadi di New Zealand dengan terkait dengan kasus penembakan yang terjadi di dua Masjid di Kota Christchurch. Dimana kejadian mengenaskan ini disiarkan secara live melewati salah satu sosial media dan menjadi perhatian dunia. Maka dari kasus ini peneliti menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, studi dokumentasi, dan penelusuran data online. Dalam penelitian Kualitatif ini mendeskripsikan penyebab munculnya Islamophobia di New Zealand, upaya dan kendala apa saja yang dihadapi oleh pemerintah New Zealand dalam kasus ini yang tentu menjadi sorotan dunia di tahun 2019.
Hasil dari penelitian ini adalah berfokus kepada bagaimana dan mengapa aksi teror di Christchurch dapat terjadi dan bagaimana masyarakat internasional harus menyikapinya. Serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah selain itu juga mengenai kendala apa yang dilalui oleh pemerintah dalam menangani kasus tersebut. Maka dari itu apabila kita melihat adanya tindakan dari kelompok sayap kanan yang semakin banyak mengutarakan ungkapan kebencian terhadap imigran-imigran terutama kepada umat islam, serta diskriminasi yang juga menunjukkan terjadinya rasisme dari ras kulit putih terhadap para imigran utama nya bagi umat islam. Mereka. Maka dari itu dengan adanya sikap toleransi yang tinggi tentu saja dapat mengurangi rasa takut berlebih pada agama islam.