Abstract :
Kawasan Teluk merupakan kawasan yang dianugrahi sumber daya pertambangan, baik itu gas, mineral, maupun minyak bumi. Pada posisi geografis juga, kawasan ini sendiri tertetak pada posisi yang strategis. Tidak hanya itu kawasan Teluk juga kaya akan sejarah karena melalui masa keemasan Persia ketika menguasai dunia lalu kemudian di masa berikutnya, masa keemasan Islam dimulai dari kawasan Teluk. Maka tidak heran bahwa pada akhirnya kepentingan politik megikat kawasan ini agar bisa menjadi penguasa dari kawasan Teluk. Hal itu kemudia berpengaruh pada bebagai upaya dalam bentuk kerjasam ekonomi atau politik telah dibentuk namun belum juga bisa menyatukan negara-negara kawasan Teluk bahkan Timur Tengah secara konsisten dan sustainable. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa kualitatif melalui perolehan informasi dari berbagai literatur, informasi dan narasumber yang ahli dalam bidangnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa integrase kawasan Teluk menuju integrase sempurna seperti yang diinginkan oleh blok Arab Saudi sementara ini sangat sulit terealisasi. Konflik Arab Saudi dengan Qatar, pecahnya suara dari anggota dewan kerjasama Teluk dan besarnya pengaruh Arab Saudi menjadi pengganjal dalam terciptanya konsesnsus mengenai penyatuan negara-negara Teluk. Mengingat dalam konsep regionalism dalam kasus Uni Eropa misalnya, secara organisasi tidak ada negara yang lebih tinggi dibanding organisasi regional itu sendiri, dimana dalam kawasan Teluk seperti yang kita ketahui Arab Saudi terlebih besar pengaruhnya dibanding organisasi regional seperti GCC ataupun Liga Arab.