Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Komunikasi Antara Guru Dengan Murid Melalui Metode Beyond Centers And Circle Time Dalam Pengembangkan Berbahasa Siswa Usia Dini Di Tunas Merdeka Cimahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Komunikasi Antara Guru Dengan Murid Melalui Melalui Metode Beyond Centers And Circle Time Dalam Pengembangkan Berbahasa Siswa Usia Dini Di Tunas Merdeka Cimahi Belajar Anaknya. Untuk menjawabnya maka peneliti mengangkat sub fokus-sub fokus penelitian berikut ini: main sensorimotor, main peran, main pembangunan, dan saat lingkaran. Sub fokus tersebut untuk mendukung fokus penelitian, yaitu: Komunikasi Antara Guru Dengan Murid Melalui Metode Beyond Centers And Circle Time Dalam Pengembangkan Berbahasa Siswa Usia Dini Di Tunas Merdeka Cimahi. Pendekatan peneliti ini menggunakan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Informan penelitian berjumlah 4 (empat) orang informan kunci dan untuk memperkuat data maka adanya informan pendukung yang berjumlah 2 (dua) orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan penelusuran data online (internet searching). Untuk uji validitas data menggunakan teknik triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, dan membercheck. Adapun teknik analisis data dengan mereduksi data, mengumpulkan data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh guru dan murid dengan penerapan metode beyond centers and circle time dalam pengembangkan berbahasa siswa usia dini di Tunas Merdeka Cimahi berjalan dengan efektif dan pengembangan berbahasa yang dimiliki oleh anak melalui bermain sensorimotor, main peran, main pembangunan, dan saat lingkaran meningkat secara bertahap karena kemampuan pada setiap anak berbeda-beda ada yang bekembang dengan cepat ada pun yang lamban. Kesimpulan penerapan metode beyond centers and circle time melalui main sensorimotor, main peran, main pembangunan, dan saat lingkaran dapat mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak, dapat mengekspresikan apa yang ada di pikiran anak ke dalam bentuk yang nyata sehingga anak dapat berpikir lebih kritis, lebih kreatif, percaya diri, dan meningkatkan kreativitas anak. Saran pada penelitian ini untuk guru siswa usia dini Tunas Merdeka Cimahi adalah dengan sabar menghadapi, mengajari anaknya, dengan sentuhan belaian kasih sayanglah maka anak akan dapat termotivasi belajarnya sehingga kemampuan berbahasa pada anak akan meningkat secara perlahan janganlah dengan cara yang kasar dan bentakan yang dapat mengakibatkan anak menjadi tertekan. Karena, pada dasarnya anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajarnya tidak harus dengan kekerasan dan bentakan, namun secara halus dan baik dengan sentuhan kasih sayang maka sang anak akan termotivasi untuk belajar lebih rajin karena gurunya selalu memperlakukannya dengan baik dan rasa sayang. Anak Pun menjadi merasa nyaman dan senang.