Abstract :
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Proses komunikasi antara Pembina Lapas dan Andikpas selama pembinaan dalam memperbaiki kepribadian Andikpas di LPKA Kelas II Bandung. Untuk dapat menjawab penelitian ini ditetapkan 3 mikro penelitian yaitu, pesan, umpan balik, dan hambatan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Jumlah 7 informan dengan teknik purposive sampling. Wawancara mendalam, observasi non partisipan, tinjauan pustaka, penelusuran data online, dan dokumentasi, digunakan sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan Pembina sesuai dengan perencanaan melalui giat assassment. Isi pesan merupakan bentuk perhatian dan mendidik Andikpas melalui berbagai kegiatan selama pembinaan. Umpan balik dapat berupa positif ketika keduanya saling memberikan penerimaan dan keterbukaan yang mejadikan komunikasi berjalan efektif. Umpan balik negatif ketika Andikpas tidak dapat memahami pesan yang disampaikan Pembina. Hambatan berasal dari internal ketika Andikpas memiliki kecanggungan dipicu oleh ketidakmampuan Andikpas untuk beradaptasi sehingga menimbulkan jarak dengan Pembina, dan hambatan eksternal berasal dari kurangnya dukungan keluarga dan juga pandangan masyarakat terhadap Andikpas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Proses Komunikasi Antarpribadi Pembina dan Andikpas di LPKA Kelas II Bandung dapat memberikan perbaikan kepribadian Andikpas dan sudah dilakukan secara tepat. Komunikasi yang dilakukan bersifat dua arah, Pembina maupun Andikpas terlibat aktif dalam penyampaian pesan dan memberikan umpan balik.
Saran dari penelitian ini yaitu memaksimalkan giat assassment untuk mengatasi Andikpas yang kesulitan beradaptasi di awal memasuki LPKA. Pembina harus lebih memperhatikan setiap perkembangan Andikpas untuk dijadikan evaluasi.