Abstract :
Program bimbingan keterampilan adalah salah satu program yang dijalankan oleh panti sosial Kabupaten Tangerang. Program bimbingan keterampilan di panti sosial kabupaten tangerang menggunakan komunikasi instruksional di mana ada beberapa metode. Salah satu program bimbingan keterampilan di panti sosial Kabupaten Tangerang adalah pengolahan limbah plastik, pembuatan sandal, dan anyaman. Program bimbingan keterampilan hanya untuk para tunawisma dan pengemis untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka, sehingga mereka berguna dan bekerja secara normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode, media dan hambatan komunikasi instruksional dalam program bimbingan keterampilan di panti sosial Kabupaten Tangerang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kediaman sosial di Desa Rancalabuh, Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pemilihan informasi dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan selama penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan validitas data yang peneliti gunakan adalah triangulasi, kecukupan referensi dan teman sejawat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran instruksional yang digunakan oleh instruktur dalam program bimbingan kecakapan hidup sosial menggunakan metode komando, metode praktik / praktik. Sedangkan media komunikasi instruksional digunakan oleh instruktur dalam bentuk media visual seperti gambar dan papan tulis serta alat bantu media. Sementara itu, hambatan untuk komunikasi instruksional yang terjadi dalam program bimbingan keterampilan populasi sosial adalah dalam bentuk hambatan untuk media teknis serta hambatan yang berasal dari komunikan psikologis.