Abstract :
Upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dirasa belum efektif. Oleh karena itu, Pemerintah mewajibkan perusahaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan program CSR. PT Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan program CSR. Masalah yang terjadi pada pengelolaan program CSR diperusahaan tersebut adalah kurang optimalnya pembinaan untuk membentuk sistem kerja mandiri, membangun kreatifitas dan sikap inovatif. Selain itu, fasilitas produksi program CSR belum sepenuhnya terealisasi. Maka dapat disimpulkan bahwa program CSR PT Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata belum memiliki strategi usaha yang jelas demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat penerima bantuan. Peneliti menggunakan teori efektivitas (X) dari Onong Uchjana Effendy (2013 : 15) yang terdiri dari 4 subvariabel yaitu tujuan yang direncanakan, biaya yang dianggarkan, waktu yang ditetapkan dan personil yang ditentukan. Selain itu peneliti menggunakan teori kesejahteraan (Y) dari Berdeseth (2015 : 2) yang terdiri dari 4 subvariabel yaitu kesejahteraan materi, kesejahteraan bermasyarakat/sosial, kesejahteraan emosi, dan keamanan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, angket, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat penerima bantuan program CSR pilar empowerment sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (sensus) berjumlah 52 orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa korelasi pearson product moment (PPM), uji hipotesis dan koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas program CSR pilar empowerment PT Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata sebesar 77,35% hal ini menunjukan perusahaan sudah baik mengembangkan pengelolaan program CSR. Adapun hasil kesejahteraan masyarakat penerima bantuan setelah mengikuti program CSR sebesar 78,93% hal ini membuktikan bahwa program CSR dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pengaruh efektivitas program CSR pilar empowerment terhadap kesejahteraan masyarakat penerima bantuan terlihat dari konstribusi pengaruh sebesar 50,55% hal ini tergolong cukup signifikan dan sisanya sebesar 49,45% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.