Abstract :
Penelitian ini berjudul : Hubungan Pejalan Kaki Sebagai Moda Transportasi dengan Kepadatan Persimpangan dan Karakteristik Sosiodemografi Di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan persimpangan dengan perjalan kaki sebagai moda transportsi dan sosiodemografi, dengan menggunakan teori Crosstab karena untuk melihat hubungan. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah sumber data orang (responden) dengan cara membagikan kuesioner sebanyak 180 kepada responden dibagi di kelurahan kepadatan persimpangan rendah 60 responden, kelurahan kepadatan persimpangan sedang 60 responden, dan dikelurahan kepadatan persimpangan tinggi di Kota Bandung 60 responden. Kelurahan-kelurahan tersebut memiliki infrastruktur yang mendukung dan merupakan pusat orang beraktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif analisis, dengan langkah-langkah pengumpulan data, Digitasi, Analisis metode Interval, dan Analisis Crosstab.
Berdasarkan keseluruhan hasil data dari 3 Tingkat kelurahan (Rendah, Sedang, dan Tinggi). maka yang menghasilkan orang berjalan kaki sebagai moda transportasi terbanyak terdapat di Kelurahan Margasari dan Kelurahan jamika yang merupakan kelurahan Rendah Kepadatan Persimpangannya. Oleh karena itu semakin rendah kepadatan persimpangannya, maka keinginan orang berjalan kaki sebagai moda transportasi akan semakin tinggi. Serta berdasarkan hubungan antara orang berjalan kaki dengan Gender, yang paling banyak setuju untuk berjalan kaki sebagai moda transportasinya yaitu di dominasi oleh laki-laki.