DETAIL DOCUMENT
Identifikasi Perubahan Pola Pergerakan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandung
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Algadrie, Muhamad Ilham
Subject
710_Civic & Landscape Art. 
Datestamp
2021-06-02 08:30:53 
Abstract :
Pengaruh pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan tetapi banyak sektor-sektor yang terdampak dengan adanya pandemi ini, beberapa sektor yang sangat terdampak seperti sektor ekonomi, pendidikan dan transportasi. Hal ini menyebabkan kepanikan terhadap masyarakat untuk bepergian maupun bekerja saat terjadi pandemi Covid-19. Kota Bandung merupakan salah satu kota yang cukup terdampak oleh adanya Covid-19 hal ini dapat dilihat pada klasifikasi zona tingkat penularan Covid-19 di Indonesia yang mana Kota Bandung termasuk dalam kategori zona oranye yaitu risiko penularan sedang. Penelitian ini bermaksud untuk melihat perubahan pola pergerakan selama masa pandemi Covid-19 yang dipisahkan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu sebelum masa pandemi Covid-19, saat masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan sesudah masa PSBB di Kota Bandung. metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner melalui platform Google forms dengan cara via broadcast dengan jumlah responden sebanyak 125 orang. Berdasarkan hasil dari penelitian ini pola pergerakan sebelum pandemi Covid-19 dengan aspek intensitas bepergian responden selama satu pekan didominasi dengan bepergian selama 5-6 kali dalam satu pekan persentase sebesar 52%, dengan maksud tujuan paling banyak dipilih untuk bekerja persentase sebesar 91%, lalu aspek tujuan bepergian berdasarkan Kelurahan paling banyak menuju ke Kelurahan Dago, menggunakan moda transportasi sepeda motor sebagai pengendara dengan persentase sebesar 64%. Sedangkan untuk pola pergerakan selama masa PSBB dengan aspek intensitas bepergian selama satu pekan didominasi dengan bepergian selama 1-2 kali dalam satu pekan persentase sebesar 49%, dengan maksud tujuan paling banyak dipilih untuk bekerja persentase sebesar 77%, lalu aspek tujuan bepergian berdasarkan Kelurahan paling banyak menuju ke Kelurahan Dago, menggunakan moda transportasi sepeda motor sebagai pengendara 59%. Berikutnya yaitu pola pergerakan sesudah masa PSBB intensitas bepergian selama satu pekan didominasi dengan bepergian selama 5-6 kali dalam satu pekan persentase sebesar 39%, dengan maksud tujuan paling banyak dipilih untuk bekerja persentase sebesar 84%, lalu aspek tujuan bepergian berdasarkan Kelurahan paling banyak menuju ke Kelurahan Dago menggunakan moda transportasi sepeda motor sebagai pengendara 60%. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia