DETAIL DOCUMENT
Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Layanan Angkutan Kota Di Kota Bandung
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Ramdhani, Ronny
Subject
710_Civic & Landscape Art. 
Datestamp
2021-06-04 02:29:05 
Abstract :
Sebagian besar masyarakat di perkotaan biasanya lebih memilih menggunakan sarana angkutan pribadi yang dianggap mudah diakses, lebih aman, kenyamanan dari segi privasi dan lain sebagainya. Sarana angkutan umum yang disediakan pemerintah memang kerap kali tidak menjadi pilihan utama. Namun peningkatan dari jaringan dan cakupan operasi yang memudahkan masyarakat mengakses angkutan umum tersebut masih belum maksimal, karena transportasi umum yang disedikan pemerintah umumnya beroperasi berdasarkan trayek dimana trayek itu melintas di wilayah tertentu yang tidak semua masyarakat memiliki aksesibilitas yang sama terhadap trayek atau zona operasi angkutan umum tersebut. berdasarkan isu di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aksesibilitas angkutan kota terhadap masyarakat di Kota Bandung. Adapun metode penelitian ini terdiri dari metode pengumpulan data dan metode analisis data. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan software Google Earth, ArcGIS, dan Microsoft Excel. Untuk menganalisis aksesbilitasnya, maka penulis membagi kedalam tiga klasifikasi, yaitu 0-200 meter, >200-400 meter, dan > 400 meter. Klasifikasi tersebut menjadi acuan bagi kawasan permukiman atau kerelaan bagi masyarakat untuk berjalan kaki menuju fasilitas transportasi umum yang tingkat aksesibilitasnya tinggi, sedang, dan rendah. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya luas zona permukiman yang terjangkau dan juga tidak oleh zona pelayanan angkutan kota. Setiap trayek yang menuju ke pusat kota atau berada pusat kegiatan tertentu cenderung memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi. Sementara kawasan permukiman di wilayah timur Kota Bandung masih banyak yang jangkauan pelayanannya >400 meter. Dengan rincian hasil analisi luas zona pelayanan 0-200 m berdasarkan luas wilayah didapat hasil sekitar 764,773.00 m² atau sekitar 45.63% sementara berdasarkan zona pemukiman didapat hasil 480,175.00 m² atau sekitar 53.91%. Untuk luas zona pelayanan 200-400 m berdasarkan luas wilayah didapat hasil sekitar 325,645.00 m² atau sekitar 19.43% sementara berdasarkan zona pemukiman didapat hasil 185,733.00 m² atau sekitar 20.85%. Untuk luas zona pelayanan >400 m berdasarkan luas wilayah didapat hasil sekitar 585,434.00 m² atau sekitar 34.93% sementara berdasarkan zona pemukiman didapat hasil 224,774.00 m² atau sekitar 25.24%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan zona pelayanan dengan luas terbesar adalah zona 0-200 m, lalu zona >400 dan zona 200-400 m. kemudian untuk hasil analisis aksesibilitas yaitu sekitar 98 kelurahan memiliki aksesibilitas tinggi, 21 kelurahan memiliki aksesibilitas sedang dan 32 kelurahan memiliki aksesibilitas rendah. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia