Abstract :
Indonesia merupakan negara yang geografisnya memiliki banyak gunung dan perbukitan. sehingga terdapat suatu ruas jalan yang melintasi perbukitan. Dari ruas jalan tersebut akan dijumpai situasi lahan berupa lereng dan tebing. Pada ruas jalan tersebut seringkali akibat sistem drainase yang kurang baik akan menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan sewaktu-waktu dapat terjadi longsor. Berdasarkan permasalahan geoteknik tersebut dapat diatasi dengan penanganan longsor setempat berupa analisis stabilitas lereng. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan memodelkan kondisi longsoran dengan menggunakan metode Limit Equilibrium Method (LEM) menggunakan software Geostudio-Slope/W dan metode Finite Element Method (FEM) menggunakan software Plaxis 2D. Limit Equilibrium Method (LEM) merupakan metode yang menggunakan prinsip kesetimbangan gaya dengan mengasumsikan bidang longsoran yang dapat terjadi. Sedangkan metode Finite Element Method (FEM) merupakan metode elemen hingga dengan tidak melakukan asumsi bidang longsor, tetapi dengan mencari bidang lemah pada struktur lapisan tanah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas lereng dengan metode Finite Element Method (FEM) menggunakan Plaxis 2D v8.6 dibandingkan dengan analisis stabilitas lereng dengan metode Limit Equilibrium Method (LEM) dengan menggunakan software Geostudio Slope/W 2012 Untuk mengetahui batasan-batasan pada slope stability. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kondis muka air tanah yaitu saat kondisi exsisting dan kondisi muka air tanah naik atau hujan dianalisi denga metode Finite Element, Bishop, Janbu, dan Spencer. Hasil analisis menunjukan bahwa metode Finite Element lebih kecil dari metode yang lainya karena berdasar pada hubungan tegangan dan regangan sehingga redistribusi akan lebih baik.