Abstract :
Penggunaan media sosial sebagai alat berkomunikasi mulai merambah ke ranah pemasaran dengan banyaknya brand yang memilih media sosial untuk melakukan branding. Penggunaan media sosial tidak sama antara satu dengan yang lain dan memerlukan pendekatan yang berbeda. Instagram adalah salah satu media yang sosial yang populer. Ciri khas instagram yang lebih fokus pada gambar menuntut brand untuk lebih kreatif dalam membuat campaign sebagai upaya pemasaran produk. Sebagai contoh, Snickers memasarkan produknya dengan memadukan tanda (mode) verbal dan visual secara bersamaan dalam campaign-nya di Instagram. Dalam linguistik, perpaduan lebih dari satu tanda dalam upaya penyampaian pesan disebut multimodal. Penelitian ini memaparkan kombinasi dan interaksi yang terbentuk dari perpaduan tanda verbal dan visual pada iklan Snickers di Instagram. Untuk itu, teori Halliday tentang linguistik sistemik fungsional dan Kress and van Leeuwen tentang tata bahasa pada gambar digunakan dalam analisis tanda verbal dan tanda visual secara terpisah sedangkan teori kohesi multimodal dari Bateman dipilih untuk menerangkan interaksi di antara kedua tanda tersebut. Dalam pembahasan, ditemukan bahwa pada iklan Snickers di Instagram terdapat tiga jenis hubungan antara tanda visual dan verbal, yaitu tidak mendukung, mendukung dan sangat mendukung. Dengan masih adanya interaksi yang tidak mendukung di antara kedua tanda tersebut pada iklan Snickers, disarankan bahwa analisis multimodalitas dilakukan sebelum menayangkan iklan di Instagram karena analisis multimodalitas dapat membantu untuk memastikan bahwa media pemasaran efektif untuk membuat campaign dan memengaruhi audiens.