Abstract :
Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap cerminan budaya honne dan tatemae yang terdapat dalam novel Sairensu karya Akiyoshi Rikako. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan dialektika dan teori yang digunakan adalah teori strukturalisme genetik milik Lucienn Goldmann. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cerminan budaya honne dan tatemae dalam novel Sairensu karya Akiyoshi Rikako. Peneliti memilih penelitian ini karena dalam novel Sairensu tergambar budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang mencerminkan budaya dan kebiasaan orang Jepang yang sesungguhnya. Salah satunya adalah budaya honne dan tatemae yang tercermin di dalam dialog antar tokoh. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai budaya honne dan tatemae yang tercermin dalam sikap atau dialog para tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Data primer dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan, sedangkan data sekunder bersumber dari buku-buku, jurnal dan skripsi yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian ini akan dibatasi pada pendeskripsian budaya honne dan tatemae ditinjau dari subjek kolektif dan pandangan dunia pengarang. Teknik penelitian yang dilakukan adalah teknik baca dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa budaya honne dan tatemae tercermin kedalam dialog, perasaan dan sikap para tokoh. Adapun tujuan para toko menunjukan honne dan tatemae adalah untuk menunjukan tipe ideal kepada lawan bicara, untuk menjaga perdamaian dan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.