Abstract :
Peristiwa traumatis memiliki dampak besar bagi kehidupan penyintas karena rasa sakit yang begitu dalam dan tidak bisa diterima. Peristiwa traumatis sering dipandang sebagai peristiwa kehancuran yang besar, langka dan melibatkan banyak orang. Akan tetapi, keberadaanya bisa menjadi sangat dekat pada kehidupan yang lazim. Sebagaimana karya sastra seperti cemin kehidupan telah mengilhami pengarang untuk bercerita tentang trauma yang bisa diketahui dan dirasakan oleh pembaca. Skripsi ini berupaya untuk mengungkapkan perjuangan dalam beratnya menanggung rasa duka cita yang dialami oleh tokoh Holden Caulfield dalam novel The Catcher in The Rye (1951). Kemudian, skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara data dikutip langsung dan dijabarkan berdasarkan pemahaman dan makna yang didapat. Dengan menggunakan landasan teori penokohan dan plot (Nurgiyantoro, 1995), dan teori trauma (Herman, 1992), analisis difokuskan untuk mengidentifikasi gejala trauma melalui karakterisasi dan alur cerita pada novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Holden mengalami trauma disebabkan oleh kehilangan seseorang yang sangat penting di hidupnya. Sehingga hal ini memunculkan berbagai respon destruktif di dalam dirinya yang di tandai oleh gejala trauma yaitu hyperarousal, intrusion dan constriction. Trauma juga membuat Holden menarik diri dari sosial dan ketidakdewasaannya dalam bersikap. Dengan demikian, karya sastra memberi tahu bahwa duka cita yang terjadi lazim di kehidupan dapat membuat tokoh bersikap destruktif dan abnormal dan itu adalah bentuk mimesis dari trauma.