Abstract :
Male Store merupakan salah satu toko baju yang bergerak dalam bidang jasa khususnya fashion yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani Km. 5.5 Komp. Banjar Indah Raya No.7G, Banjarmasin. Sesuai dengan namanya Male Store menjual beberapa macam barang berupa pakaian jadi pria seperti baju, kemeja, celana, jaket dan tas yang dipesan melalui supplier. Berdasarkan hasil wawancara dengan saudara M. Aldy Syahputra selaku kepala gudang menjelaskan bagian-bagian yang bertugas di gudang di antaranya kepala gudang sendiri bertanggung jawab dalam menentukan kapan dilakukannya pemesanan dan menentukan berapa jumlah pengadaan yang harus dipesan kepada supplier, kemudian staff gudang bertugas dalam pencatatan barang yang masuk. Kepala gudang biasanya melakukan restock barang dengan frequensi pengadaan 2 kali dalam setahun. Namun pada saat melakukan pengadaan barang kepada supplier jumlahnya selalu tidak menentu, kadang kelebihan dan kadang juga kekurangan. Akibatnya karena satu pengadaan yang buruk ini dampaknya berlanjut pada pengadaan-pengadaan berikutnya yang tidak stabil di setiap periodenya. Sehingga permasalahan yang terjadi di Male Store adalah sering terjadinya kelebihan barang setelah melakukan pemesanan. Kelebihan pemesanan terjadi pada bulan Januari periode pertama, contohnya untuk kemeja Lacost tercatat total ada 315 pcs, untuk tas Friday Killer HB tercatat total ada 337 pcs, dan untuk Sweater tercatat total 337 pcs. Hal ini menyebabkan terjadinya pengadaan yang berlebih dengan total 3170 pcs, sehingga berdampak pada biaya pengadaan yang sangat besar di bulan tersebut dengan total Rp 360,944,000. Permasalahan lainnya yaitu terjadi kekosongan barang sebelum dilakukannya restock pada bulan Juli karena jumlah pengadaan untuk barang tertentu terlalu sedikit, sehingga ketika banyak permintaan yang datang untuk barang tersebut tidak dapat terpenuhi. Seperti yang terjadi pada kaos Track yang mengalami kehabisan stok pada bulan Juni untuk semua ukuran.