Abstract :
Metode fonik adalah suatu metode belajar bahasa yang menggunakan pendekatan melalui baca, dengar, dan tulis. Menurut Abdallah dan Fayyoumi, tunarungu adalah kondisi ketidakmampuan seseorang untuk mendengar sesuatu, baik secara total maupun sebagian sehingga berdampak pada cara berkomunikasi. Berdasarkan hasil penelitian di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung, anak tuna rungu masuk kedalam kategori berat. Menurut Ibu Atin dan Ibu Dewi sebagai guru, hal ini dikarenakan indera pendengaran yang dimiliki tidak dapat merasakan getaran sehingga indera pendengaran yang dimiliki tidak berfungsi dengan baik hal ini dibuktikan dengan hasil pretes yang dilakukan dengan persentase keberhasilan mengucapkan kata dengan jelas hanya mencapai 27,70%. Permasalahan kedua adalah anak tuna rungu tidak dapat memahami cara berkomunikasi dengan orang normal maupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan anak tuna rungu hanya mengandalkan penglihatannya dan pengalamannya. Serta kurangnya orang tua dalam melaksanakan terapi sehingga kegiatan terapi hanya dilakukan di sekolah saja. Maka dibangunlah game pembelajaran kata dengan metode fonik sebagai media terapi untuk membantu anak – anak dan terapis dalam menjalankan terapi.