Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana seorang wanita mualaf di Kota Bandung memaknai hijrah yang dilatarbelakangi dari munculnya fenomena hijrah yang menjadi sebuah tren di Indonesia. Hijrah secara bahasa berarti berpindah dari sesuatu yang buruk kepada suatu kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan informan yang sudah ditentukan berjumlah tiga orang dengan latar belakang keluarga dan lingkungan masyarakat yang berbeda-beda. Hasil penelitian menggunakan teknik analisa data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan evaluasi. Dari hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa setiap individu memaknai realitas sosial secara berbeda. Setiap individu memiliki latar belakang kehidupan baik internal maupun eksternal yang berbeda-beda sehingga proses internalisasi, eksternalisasi, dan realitas subyektif yang terjadi pun berbeda.