Abstract :
Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui serta mendeskripsikan Pola Komunikasi Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran Dalam Melatih Anggotanya Menjadi Pemain Profesional. Untuk menguraikan masalah tersebut, peneliti menggunakan dua subfokus sebagai berikut proses komunikasi serta hambatan komunikasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 2 orang informan kunci dan 2 orang informan pendukung diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka, wawancara secara mendalam, observasi serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi data, diskusi teman sejawat, serta membercheck.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pola komunikasi di Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran dengan anggotanya melalui proses komunikasi secara langsung atau interaksi langsung serta memanfaatkan media komunikasi yang ada. Dari segi hambatan personal,berkaitan dengan emosi anggotanya, hambatan semantik dari simbol yang diberikan pada proses latihan, serta hambatan teknis terkait dengan kondisi latihan sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat dipahami. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini bahwa sebuah pola komunikasi di Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran berlangsung secara Dua arah dan terbentuk dengan membangun hubungan yang baik dan pemanfaatan media komunikasi serta penanganan hambatan yang terjadi dalam proses latihan sehingga dapat menghasilkan pemain sepak bolak profesional. Rekomendasi dari peneliti agar Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran dapat meningkatkan sarana dan prasarana latihan demi menunjang proses latihan yang maksimal sehingga mampu menghasilkan pemain sepak bola profesional.
Kata kunci: Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui serta mendeskripsikan Pola Komunikasi Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran Dalam Melatih Anggotanya Menjadi Pemain Profesional. Untuk menguraikan masalah tersebut, peneliti menggunakan dua subfokus sebagai berikut proses komunikasi serta hambatan komunikasi.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 2 orang informan kunci dan 2 orang informan pendukung diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka, wawancara secara mendalam, observasi serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi data, diskusi teman sejawat, serta membercheck. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pola komunikasi di Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran dengan anggotanya melalui proses komunikasi secara langsung atau interaksi langsung serta memanfaatkan media komunikasi yang ada. Dari segi hambatan personal,berkaitan dengan emosi anggotanya, hambatan semantik dari simbol yang diberikan pada proses latihan, serta hambatan teknis terkait dengan kondisi latihan sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat dipahami. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini bahwa sebuah pola komunikasi di Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran berlangsung secara Dua arah dan terbentuk dengan membangun hubungan yang baik dan pemanfaatan media komunikasi serta penanganan hambatan yang terjadi dalam proses latihan sehingga dapat menghasilkan pemain sepak bolak profesional. Rekomendasi dari peneliti agar Sekolah Sepak Bola Putra Banjaran dapat meningkatkan sarana dan prasarana latihan demi menunjang proses latihan yang maksimal sehingga mampu menghasilkan pemain sepak bola profesional.