Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Komunikasi Terapeutik Petugas Kesehatan Dalam Menangani Proses Penyembuhan Gangguan Jiwa Di Rumah Pemulihan Soteria Bandung. Untuk menjawab tujuan penelitian maka di tetapkan 4 sub fokus Peneliti, yaitu Fase Pra-interaksi, Fase Orientasi, Fase Kerja, dan Fase Terminasi Komunikasi Terapeutik Petugas Kesehatan Dalam Menangani Proses Penyembuhan Pasien Gangguan Jiwa Di Rumah Pemulihan Soteria Cimahi Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini adalah empat orang, yang terdiri dari tiga informan kunci dan satu informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, internet searching, wawancara mendalam, observasi non-partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan Di Rumah Pemulihan Soteria Cimah Bandung adalah fase pra-interaksi dimana petugas kesehatan mempelajari data-data pasien. Fase orientasi dimana petugas kesehatan melakukan Screening yaitu pendekatan dan membangun hubungan saling percaya dengan pasien kemudian Assesment yaitu petugas kesehatan menjamin keamanan pasien dalam menyampaikan apa yang dirasakannya dan memberitahu tentang program apa saja yang akan dilakukan selama rehabilitas berlangsung., Fase Kerja yaitu layanan perawat dimulai dengan menjalani program-program yang ada kemudian mengikuti sesi konseling individu dan kelompok, dilanjut pertemuan dengan dokter psikiater dalam pemberian obat yang dibutuhkan pasien, kemudian Fase Terminasi adalah perawatan pasien gangguan jiwa sudah selesai dan akan dilakukan evaluasi sebelum pasien dipulangkan dan mengikuti kontrol yang dilakukan oleh dokter psikiater.
Kesimpulan penelitian ini bahwa para petugas kesehatan di Rumah Pemulihan Soteria melakukan semua Fase Komunikasi Terapeutik yaitu Fase Pra-Interaktif yaitu para petugas kesehatan melakukan persiapan sebelum bertemu dengan pasien, Fase Orientasi yaitu petugas kesehatan melakukan Screening dan Assement, Fase Kerja dimana layanan perawatan dimulai, dan Fase Terminasi yaitu layanan perawatan sudah selesai. Saran kegiatan yang bersifat fisik kepada pasien gangguan jiwa agar fase-fase Komunikasi Terapeutik lebih efektif berdampak dengan para pasien yang ada.