Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal guru kepada siswa tunarungu dalam menumbuhkan kemandirian. Untuk menjawab penelitian tersebut , peneliti memiliki sub fokus yaitu tahap interaksi awal, tahap munculnya aspek diri, tahap kenyamanan dan tahap keterbukaan total. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan tinjauan kepustakaan. Informan berjumlah empat (4) orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui peningkatan ketekunan, diskusi teman sejawat dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap interaksi awal yang dilakukan guru pada siswa tunarungu di SLB BC Multahada meliputi memahami keseharian siswa dengan melihat sejauh mana siswanya bisa mandiri, menerapkan komunikasi secara timbal balik, guru menyampaikan informasi mengenai dirinya dan guru memberi arahan baik pada siswa. Tahap munculnya aspek diri yang terjadi meliputi interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih dekat dengan menggunakan ungkapan yang lebih personal, Guru mampu menambah intensitas komunikasi dengan siswanya, siswa mendapat respon yang positif dari komunikasi yang guru terapkan sehingga siswa dapat menunjukan aspek kepribadian. Tahap kenyamanan yang terjadi meliputi guru melakukan komunikasi interpersonal dengan baik atau menerapkan metode yang tepat agar siswa dapat menunjukan sikap akrab yang juga menandakan rasa nyaman pada gurunya, perasaan nyaman muncul diantara keduanya. Tahap keterbukaan total meliputi komunikasi berjalan dengan efisien, terdapat kesingkronan, banyak cara guru dengan siswa mengekspresikan suatu perasaan yang sama, dalam membuat siswa membuka diri, guru mampu memancing siswa untuk bisa diajak berkomunikasi serta menjalin hubungan yang lebih dekat dan meminimalisir kesalapahaman.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan komunikasi interpersonal mampu berjalan efektif, dan mempengaruhi hubungan yang terjalin antara kedua belah pihak, siswa merasa nyaman dan terbuka pada guru sehingga dapat mewujudkan perasaan akrab. Perasaan postif dari siswa dapat memacu semangat siswa untuk belajar dan dapat mempermudah penyerapan materi dari guru terkait dengan penumbuhan kemandirian dan dapat mendukung terwujudnya kemandirian siswa. Saran bagi Guru SLB BC Multahada, tetap fokus pada penumbuhan kemandirian siswa tunarungu, tetap bisa menjaga hubungan yang baik dan dekat dengan siswa tunarungu, dan terus semangat dalam membimbing siswa tunarungu.