DETAIL DOCUMENT
Pola Komunikasi Keluarga Atlet Taekwondo Perempuan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Rahmayanti, Junitasari
Subject
302_Social Interaction 
Datestamp
2021-08-27 01:54:37 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Pola Komunikasi Keluarga Atlet Perempuan, untuk menjawab masalah gagasan yang diatas maka diangkat sub-fokus perhatian sebagai berikut : Proses Komunikasi Keluarga dalam memotivasi prestasi anak sebagai atlet taekwondo perempuan di Club Victory Kota Bandung dan Hambatan Komunikasi Keluarga dalam memotivasi prestasi anak sebagai atlet taekwondo perempuan di Club Victory Kota Bandung. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan studi deskriptif. Informan dipilih berdasarkan pada Orang tua dari atlet Taekwondo perempuan yang berprestasi. Informan terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak sebagai atlet Taekwondo perempuan dan atlet Taekwondo perempuan itu sendiri. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan Reduksi Data, Pengumpulan Data,Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Proses komunikasi orang tua dengan anak sebagai atlet Taekwondo dapat berjalan tidak efektif jika adanya Orang Tua tidak mampu memahami anaknya yang memiliki kegiatan extra menjadi atlet, untuk membuat anak bertanggung jawab atas pilihannya sebagai atlet. Dari ketiga keluarga memiliki kesamaan dalam proses komunikasinya, cara berkomunikasi layaknya teman sebaya dan tidak pernah memberikan tekanan kepada anak dalam mencapai sebuah target. Hal tersebut membuat anak lebih terbuka kepada orang tua dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik serta mampu bertanggung jawab atas apa yang dipilih. Dukungan dari orang tua pula sangat mempengaruhi anak sebagai motivasi dalam aktivitasnya menjadi atlet. Hambatan komunikasi dari ketiga keluarga minim terjadi karena dalam pengaplikasian proses komunikasi dilakukan secara terbuka sehingga hubungan anak dan orang tua berjalan kondusif. Namun hambatan fisik kadang kala terjadi apabila orang tua tidak ikut serta dalam kegiatan anaknya sebagai atlet. Terbatasnya sinyal apabila hendak menghubungi anaknya yang sedang bertanding di luar kota maupun luar negeri. Kesimpulan terdapatnya kesamaan pola komunikasi pada tiap keluarga yang memiliki anak sebagai atlet Taekwondo perempuan, hambatan seperti hambatan gangguan fisik merupakan hambatan komunikasi yang kadang kala terjadi antara orang tua dengan anak sebagai atlet Taekwondo perempuan. Saran agar orang tua dan anak selalu menjaga komunikasi dan hubungan yang baik agar terbentuknya pola komunikasi yang efektif. Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo. Drs. MA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Pola Komunikasi Keluarga Atlet Perempuan, untuk menjawab masalah gagasan yang diatas maka diangkat sub-fokus perhatian sebagai berikut : Proses Komunikasi Keluarga dalam memotivasi prestasi anak sebagai atlet taekwondo perempuan di Club Victory Kota Bandung dan Hambatan Komunikasi Keluarga dalam memotivasi prestasi anak sebagai atlet taekwondo perempuan di Club Victory Kota Bandung. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan studi deskriptif. Informan dipilih berdasarkan pada Orang tua dari atlet Taekwondo perempuan yang berprestasi. Informan terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak sebagai atlet Taekwondo perempuan dan atlet Taekwondo perempuan itu sendiri. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan Reduksi Data, Pengumpulan Data,Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Proses komunikasi orang tua dengan anak sebagai atlet Taekwondo dapat berjalan tidak efektif jika adanya Orang Tua tidak mampu memahami anaknya yang memiliki kegiatan extra menjadi atlet, untuk membuat anak bertanggung jawab atas pilihannya sebagai atlet. Dari ketiga keluarga memiliki kesamaan dalam proses komunikasinya, cara berkomunikasi layaknya teman sebaya dan tidak pernah memberikan tekanan kepada anak dalam mencapai sebuah target. Hal tersebut membuat anak lebih terbuka kepada orang tua dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik serta mampu bertanggung jawab atas apa yang dipilih. Dukungan dari orang tua pula sangat mempengaruhi anak sebagai motivasi dalam aktivitasnya menjadi atlet. Hambatan komunikasi dari ketiga keluarga minim terjadi karena dalam pengaplikasian proses komunikasi dilakukan secara terbuka sehingga hubungan anak dan orang tua berjalan kondusif. Namun hambatan fisik kadang kala terjadi apabila orang tua tidak ikut serta dalam kegiatan anaknya sebagai atlet. Terbatasnya sinyal apabila hendak menghubungi anaknya yang sedang bertanding di luar kota maupun luar negeri. Kesimpulan terdapatnya kesamaan pola komunikasi pada tiap keluarga yang memiliki anak sebagai atlet Taekwondo perempuan, hambatan seperti hambatan gangguan fisik merupakan hambatan komunikasi yang kadang kala terjadi antara orang tua dengan anak sebagai atlet 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia