Abstract :
Upacara Adat Panjang Jimat Dalam Melestarikan Budaya di Keraton Kasepuhan Cirebon yang dilihat dari Situasi Komunikatif, Peristiwa Komunikatif, Tindak Komunikatif, dan Seperti apa jika Upacara Adat dilaksanakan dan tidak dilaksanakan. Metode Penelitian menggunakan Metode Kualitatif dengan Pendekatan Studi Deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Informan Penelitian berjumlah tujuh orang, yakni 4 informan kunci dan 3 informan pendukung. Adapun Teknik Pengumpulan Data menggunakan Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Studi Pustaka yakni Studi Literatur, dan Internet Searching. Studi Lapangan adanya Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Observasi. Uji Keabsahan Data meliputi Peningkatan Ketekunan Dalam Penelitian, Diskusi Dengan Teman Sejawat, dan Membercheck. Teknik Analisa Data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian ini bahwasanya pada Gambaran Objek Penelitian yaitu pada saat Pra Upacara, Upacara Adat Panjang Jimat serta Kelompok Iring-iringan yang bertugas, dan Pemberangkatan Kelompok Iring-iringan Upacara Adat Panjang Jimat. Aktivitas Komunikasi pada “Iring-iringan†Pada Upacara Adat Panjang Jimat ini dilihat dari Situasi Komunikatif yaitu merupakan tempat terjadinya komunikasi yang efektif yakni di Bangsal Prabayaksa, Bangsal Panembahan, dan Langgar Agung Keraton. Peristiwa Komunikatif dalam Upacara Adat Panjang Jimat yaitu sejak zaman dahulu diselenggarakan oleh Keraton Kasepuhan yang mempunyai makna dan pesan tertentu. Tindak Komunikatif berupa pernyataan, permohonan, agar selalu menjaga dua kalimat syahadat dalam hidup. Serta upacara adat dilaksanakan dan tidak dilaksanakan.
Simpulan Penelitian ialah Aktivitas Komunikasi Pada Upacara Adat Panjang Jimat selalu diselenggarakan setiap tahunnya dan akan tetap dilaksanakan sepanjang pendukungnya ada, karena ini merupakan adat atau tradisi turun-temurun. Serta mempunyai nilai sejarah, nilai sopan santun dan tatakrama, nilai gotong royong, nilai ikhlas, nilai saling menghormati satu sama lain, nilai filosofis, pembacaan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan ajaran cinta kepada Rasulullah. Saran Penelitian yakni Aktivitas Komunikasi Pada Upacara Adat Panjang Jimat ini merupakan warisan budaya yang harus tetap dilestarikan. Karena bagaimanapun konteksnya sebagai peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW.