DETAIL DOCUMENT
Aktivitas Komunikasi Pada Kesenian Pencak Silat Ujungan Di Kabupaten Majalengka
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Rahman, M. Alief
Subject
302_Social Interaction 
Datestamp
2021-08-27 07:36:14 
Abstract :
Pada penelitian ini bermaksud memaparkan secara mendalam mengenai aktivitas komunikasi pada Kesenian Pencak Silat Ujungan di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini memiliki beberapa sub fokus yang diantaranya adalah situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, dan tindakan komunikasi. Peneliti menggunakan metode kualitatif studi deskriptif komunikasi yang didukung oleh teori interaksi simbolik. Terdapat subjek yang terdiri atas 3 orang informan kunci serta 2 orang informan pendukung yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui dari studi pustaka, penelusuran daring, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik uji keabsahan data didapatkan dengan Triangulasi dan Pengecekan anggota. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, Situasi Komunikasi, pada kesenian ini terdapat tiga situasi terjadinya komunikasi yaitu dalam situasi persiapan, pertunjukan, dan evaluasi. Situasi tersebut akan tetap sama atau bertahan apabila tempat dan waktunya berubah atau berbeda. Peristiwa Komunikatif, terdiri atas banyak komponen yang dapat peneliti paparkan, yaitu dengan melalui kata “SPEAKING”, terdiri atas: Scene atau Setting, yaitu Padepokan Kesenian Bunilaya Kuda Putih Pencak Silat Ujungan dan diluar padepokan, Participant, yaitu Jawara, Malandang (wasit), nayaga (pemain musik), pemain debus, penari (pangibing), sinden, dan penonton. Ends, yaitu bertujuan untuk hiburan, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada para pelaku keseniannya dan masyarakat luas. Act Sequence, yaitu terdapat lima tahapan pelaksanaan dalam kesenian ini, dari mulai hingga selesai. Keys, yaitu pada kesenian ini memiliki nilai-nilai kebudayaan (agama, adat istiadat, dan tradisi), bahasa, dan komunikasi. Instrumentalities, yaitu bentuk pesan berupa rasa tunduk kepada Allah SWT, menghormati para leluhur, sportivitas kepada sesama pemain, dan melestarikan kesenian ini. Norms of Interaction, yaitu mengajarkan aturan atau norma dari leluhur yang harus ditaati oleh seluruh pelaku kesenian. Genre, yaitu tidak terdapat kepercayaan atau mitos yang bersebrangan dengan ajaran para leluhur dan agama Islam sebagai pendukung segala tindakan. Tindakan Komunikatif, dalam pertunjukannya terdiri dari gerakan bela diri, serta menggunakan pakaian, aksesoris, properti, dan musik khas Sunda. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kegiatan komunikasi dalam kesenian ini adalah simbol penyampaian pesan mengenai nilai-nilai kebudayaan (agama, adat istiadat, dan tradisi), bahasa, serta komunikasi yang memiliki pengaruh dalam kehidupan khususnya bagi para pelaku seni. Saran, sebaiknya agar Padepokan Bunilaya Kuda Putih Pencak Silat Ujungan untuk lebih dapat mengajak dan memperkenalkan kesenian ini agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dengan tampil dalam acara atau festival kebudayaan daerah. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia