Abstract :
Di Indonesia, proses pengeringan biji kopi oleh petani masih dilakukan dengan cara dijemur dibawah matahari walaupun proses pengeringan tradisional ini memiliki banyak kekurangan seperti suhu yang tidak konstan, proses yang lama, dan menurut beberapa penelitian apabila biji kopi dijemur maka biji kopi akan terpapat sinar UV yang mempengaruhi rasa. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kekurangan pengeringan tradisional tersebut dibuatlah alat pengering biji kopi yang dapat menghasilkan pengeringan dengan performa yang lebih baik dibandingkan dengan proses tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya, setidaknya ada tiga jenis pengering berdasarkan sumber dayanya, yaitu, alat pengering tenaga matahari, alat pengering dengan bahan bakar (LPG dan limbah), dan alat pengering tenaga listrik. Pada penelitian ini tenaga listrik digunakan sebagai sumber panas untuk alat pengering, karena mudah didapatkan, dapat digunakan 24-jam dan tidak perlu proses isi ulang bahan bakar. Biji kopi membutuhkan suhu pengeringan 40°C, maka dari itu alat yang dibangun akan memanfaatkan sebuah mikrokontroler dengan program kontrol logika fuzzy yang terintegrasi dengan sensor dan aktuator untuk mengatur suhu didalam alat pengering dengan stabil. Pada penelitian ini kontrol logika fuzzy dengan 5 fungsi keanggotaan merupakan yang paling stabil dengan luas error pada kurva setelah mencapai setpoint sebesar 48,98 dan kontrol logika fuzzy dengan 4 fungsi keanggotaan merupakan yang paling cepat mencapai setpoint dengan waktu 15 menit 22 detik.