Abstract :
Profitabilitas merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kinerja sebuah bank. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas tersebut, diantaranya adalah efisieni operasional yang dinilai melalui tingkat rasio BOPO, pembiayaan bermasalah yang dinilai melalui NPF dan pembiayaan terhadap pendanaan yang dinilai dari rasio FDR. Rasio BOPO merupakan alat untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan segala operasinya. NPF merupakan kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit/pembiayaan bermasalah yang diberikan oleh bank. FDR menunjukkan efektif tidaknya bank dalam menyalurkan pembiayaan. Efisiensi operasional, pembiayaan bermasalah, dan pembiayaan terhadap pendanaan adalah variabel yang dapat menentukan berfluktuasinya profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 bank umum syariah yang ada di Indonesia. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (Path Analysis) dengan data time series dan menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Data penelitian terdiri dari Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF), dan Financing to Deposit Ratio (FDR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BOPO, NPF dan FDR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return on asset (ROA) dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, secara parsial BOPO berpengaruh positif signifikan terhadap return on asset (ROA) dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05, NPF dan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap return on asset (ROA) , nilai signifikansi NPF 0,183 > 0,05 dan nilai signifikansi FDR 0,934 > 0,05 Serta adanya pengaruh signifikan antara BOPO dan NPF sementara variabel FDR tidak berpengaruh terhadap NPF.