DETAIL DOCUMENT
Komunikasi Ritual Pagelaran Mieling Ngadegna Galuh
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Pangestu, Aditya Budi
Subject
650_Management & Auxiliary Services. 
Datestamp
2021-10-22 03:12:34 
Abstract :
Tujuan studi ini untuk mengetahui tentang Komunikasi Ritual Mieling Ngadegna Galuh di Situs Budaya Ciung Wanara KarangkaMulyan, di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, dalam memperingati hari lahir jadinya Kerajaan Galuh di tanah Nusantara. Untuk mendapat jawaban Komunikasi Ritual ini, penulis memakai subfokus Tahapan serta Pemaknaan Simbol. Studi ini memakai metode penelitian kualitatif serta Studi deskriptif. Narasumber studi ini berjumlah 5 (lima) orang, 3 narasumber kunci serta 2 narasumber pendukung yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui interview mendalam, observasi nonpartisipan, internet searching, studi literatur, serta dokumentasi. Teknik analisaa data yakni akumulasi data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil Studi ini menyatakan bahwa tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam pagelaran Mieling Ngadegna Galuh meliputi sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan, dan sesudah pelaksaan, yaitu: Tahapan sebelum pelaksanaan seperti Mipit kudu amit ngala kudu menta ataupun Ngadeuheus heula yaitu artinya meminta izin terlebih daluhu atau berziarah kemudian dilanjutkan dengan sanduk-sanduk papalaku dengan 3 cara, yaitu yang pertama melakukan Pasaduan, yang kedua melakukan Rajah pamunah, yang ketiga melakukan Tawasulan kepada leluhur. Kemudian dilanjutkan dengan Tahapan pada pelaksaan Mieling Ngadegna Galuh, seperti Adzan Pitu, Kemudian ada pembacaan al-qur’an dan dilanjutkan dengan Rajah pamunah, dan Kidung yang pada intinya pada ritual pelaksaan memiliki arti doa dan harapan yang dibalut dengan konteks adat dan budaya. Adapun ritual terakhir yang dilakukan sesudah pelaksaan diantaranya seperti melakukan ziarah kembali ke tempat-tempat yang disucikan dan tempat pelaksaan untuk memberikan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT. Pemaknaan symbol yang terkadung pada Mieling Ngadegna Galuh merupakan rasa syukur manusia terhadap Allah SWT, kepada Alam dan Leluhur atas diberikannya kelancaran pada acara tersebut. Simpulan Komunikasi Ritual Mieling Ngadegna Galuh adalah sebuah kebudayaan dan suatu tradisi yang sudah dijadikan warisan budaya dari jaman dahulu hingga saat ini. Kegiatan ini dilakukan pada sebelum, saat, dan sesudah pelaksanaan Mieling Ngadegna Galuh. Pagelaran ini merupakan bentuk memperingati hari lahirnya Kerajaan Galuh dan sebagai penghormatan para pupuhu, kasepuham, dan panitia inti kepada leluhur mereka dan permohonan kepada Allah SWT agar acara Mieling Ngadegna Galuh berjalan dengan aman, lancer dan kondusif sesuai apa yang diharapkan oleh semua panitia yang terlibat. Saran yang diberikan penelitian ini agar masyarakat kab.Ciamis mempertahankan tradisi leluhur sebagai identitas diri serta suatu ciri kebudayaan yang ada. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia