Abstract :
Penerapan konsep neo-vernakular pada bangunan pusat budaya di Cianjur merupakan pendekatan perancangan yang dilakukan untuk bangunan yang sarat akan aktivitas budaya. Dasar pertimbangan penerapan konsep tersebut adalah agar bangunan dapat menampilkan karakter budaya setempat. Metode yang digunakan untuk menggali identitas budaya yang menjadi filosofi dasar kehidupan masyarakat Cianjur dilakukan dengan menggunakan metode desk study. Data sekunder dianalisis untuk menggali data primer yang dilakukan dengan melalui survey lapangan, mencakup aktivitas budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo. Hasil pengumpulan data dan analisis data digunakan sebagai kriteria dasar dalam perancangan bangunan pusat budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo di Cianjur. Kriteria dasar untuk mewujudkan karakter budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo tersebut mencakup ruang aktifitas budaya di dalam maupun di luar bangunan, zoning, massa bangunan, dan bentuk bangunan. Berbasis konsep neo-vernakular dalam menggali kriteria-kriteria perancangan bangunan, maka karakter bangunan Pusat Budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo yang sesuai dengan filosofi budaya Cianjur dapat terwujud dengan lebih jelas.