Abstract :
Dunia industri di Indonesia saat ini mangalami persaingan yang semakin ketat, sehingga setiap perusahaan harus mengingkat kinerja dan kualitas dalam perusahaan agar mampu bersaing di dunia perindustrian. Di tengah persaingan yang kuat, perusahaan seperti PT. Safta Ferti harus bisa bersaing dengan perusahaan yang lainnya, maka perusahaan yang ingin tetap maju dalam dunia industri harus mengikuti perkembangan yang ada.
PT. Safta Ferti adalah perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur yang membuat produk seperti, casing radio signal. Pembuatan produk dilakukan hanya berdasarkan pesanan yang diterima dari konsumen. Mesin CNC Milling merupakan salah satu mesin yang digunakan dalam proses pembuatan produk di PT. Safta Ferti. Adanya beberapa risiko kegagalan produksi yang terjadi sepanjang proses operasi berlangsung, salah satu penyebabnya adalah faktor human error yang mengakibatkan produk tidak sesuai dengan yang diminta oleh konsumen. Untuk mengidentifikasi mode kegagalan pada proses operasi mesin CNC Milling dalam pembuatan produk casing radio signal, yaitu menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot setiap kriteria, kemudian hasil dari perhitungan Fuzzy AHP digunakan untuk perhitungan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang berguna untuk mengukur seberapa besar kegagalan yang terjadi pada proses pembuatan produk.
Setelah dilakukan pengolahan data dengan membandingkan nilai FRPN dan RPN, terdapat hasil nilai prioritas kegagalan tertinggi, yaitu 3.422 untuk FRPN dan 121.33 untuk RPN. Keduanya terdapat pada proses operasi ke 3 failure mode ke 2, yang menunjukkan bahwa kesalahan dalam pemrograman mesin adalah prioritas yang utama pada pembuatan produk casing radio signal di PT. Safta Ferti.