Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Heriawan, Abhipraya Ekawana Kusumah
Subject
710_Civic & Landscape Art.
Datestamp
2021-12-16 07:17:21
Abstract :
Ketersediaan lahan yang ada tidak sesuai dengan jumlah orang yang datang menimbulkan banyaknya permukiman kumuh. Kurang siapnya kota dengan sistem perencanaan dan pengelolaan kota yang tepat, dalam mengantisipasi pertambahan penduduk dengan berbagai motif dan keragaman nampaknya menjadi penyebab utama yang memicu timbulnya permasalahan permukiman. Kawasan permukiman kumuh yang memiliki tingkat kekumuhan paling tinggidi Kecamatan Astanaanyar adalah Kelurahan Nyengseret. Kelurahan Nyengseret termasuk dalam Sub Wilayah Kota Tegallega. Wilayah Pengembangan Tegallega bedasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung berfungsi sebagai kawasan perdagangan dan jasa serta perekonomian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik masyarakat, karakteristik kawasan permukiman kumuh, kondisi sanitasi lingkungan kawasan permukiman kumuh, serta harapan dan keinginan tentang penataan atau perbaikan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar. Penelitian ini menggunakan dua jenis metodologi pengumpulan data, yaitu data primer dan data sekunder. Kawasan permukiman yang di amati adalah kondisi sanitasi lingkungan yang ada di Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar. masyarakat yang mengharapkan dari pemerintah seperti penambahan MCK umum sebanyak 46 responden atau di persentasekan menjadi 71%. Untuk keinginan perbaikan MCK umum sebanyak 12 responden yang di persentasekan menjadi 18%. Dan ada beberapa responden yang merasa tercukupi dalam penanganan MCK umum sebanyak 7 responden yang di persentasekan menjadi 11%. Dari beberapa responden yang berharap tentang MCK, jika digabungin maka menjadi 68%. Masyarakat yang menginginkan adanya penambahan fasilitas tempat sampah umum sebanyak 40 responden yang di persentasekan menjadi 62%. Untuk harapan penambahan gerobak sampah sebanyak 19 responden yang di persentasekan menjadi 29%. Ada juga masyarakat yang sudah merasa tercukupi dalam penanganan sampah sebanyak 6 responden yang di persentasekan menjadi 9%. Jika digabungin maka menjadi32%