Abstract :
Bandung saat ini dikenal sebagai kota pusat kuliner baik kuliner lokal maupun kuliner nusantara, hal ini menjadikan minat masyarakat Kota Bandung terhadap dunia kuliner semakin meningkat terbukti dengan kontribusi industri kuliner menyumbang 264 Miliar pada PDB di Kota Bandung. Semakin tinggi minat masyarakat terhadap kuliner maka semakin ketat persaingan pengusaha kuliner sehingga menuntut pengusaha kuliner memiliki kompetensi yang baik di bidang memasak. Dalam upaya melestarikan kuliner nusantara mengenai jenis-jenis kuliner maka perlu adanya media informasi berupa kuliner TV dan fasilitas penunjang seperti restoran maupun tempat membeli bumbu atau bahan-bahan masakan kuliner dari berbagai daerah nusantara. Pusat Pengembangan Kuliner Nusantara di Kota Bandung merupakan sarana prasarana yang mewadahi pengembangan kuliner seperti lembaga pendidikan kuliner, ajang kompetisi kuliner dengan media, restoran makanan nusantara serta fasilitas penunjang lainnya bagi pusat pengembangan kuliner di Kota Bandung. Pusat Pengembangan Kuliner Nusantara di Kota Bandung di rancang dengan tema Unity in Diversity dengan pendekatan Arsitektur Hibird yaitu dengan konsep Project Scale, Urban Area Density, Function Diversity, Function Scale, Function Integration, Flexibility, Vertical Connections dan Integrated Public Gathering Space.