Abstract :
Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui Konstruksi Makna Fanatisme Anime pada komunitas Cosplay Bandung, serta bagaimana motif makna dan juga pegalaman mereka dalam memaknai fanatisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai pendakatan penelitian serta studi Fenomenologi dari Alfred Schutz dan memakai teori konstruksi realitas sosial. Informan penelitian ini adalah anggota komunitas Cosplay Bandung yang berjumlah dua orang informan kunci dan dua orang informan pendukung, data penelitian ini diperoleh dengan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, studi pustaka, studi lapangan. Untuk uji validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Adapun teknik analisis data dengan mereduksi data, mengumpulkan data, menyajikan data, menarik kesimpulan, dan evaluassi
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa motif fanatisme dalam anggota cosplay Bandung hampir semuanya berasal dari diri sendiri dan itu yang menjadikan mereka bergabung ke komunitas cosplay Bandung. Pengalaman fanatisme dalam anggota cosplay Bandung cenderung mengikuti sema kegiatan dari komunitas cosplay Bandung, dan nilai fanatisme dalam anggota cosplay Bandung mereka banyak mendapat pengetahuan dari menonton anime dan dapat diaplikasikan pada dunia nyata serta banyak orang yang menilai bahwa kegiatan cosplay ini adalah suatu yang aneh dan tergolong masih terjebak dalam dunia anak-anak. Simpulan dari penelitian ini anggota cosplay Bandung menjadi ada wadah untuk menyalurkan hobi mereka, dan dengan komunitas ini mereka mendapat banyak teman baru dan mereka cenderung tidak peduli dengan penilaian orang lain terhadap mereka, karena mereka berpikir dengan menyukai anime merupakan suatu identitas bagi mereka untuk berada dalam lingkungan. Adapun saran dari peneliti adalah mereka tetap menjadi diri mereka sendiri dalam menyukai sesuatu dan jangan terpengaruh ke dalam suatu yang negatif seperti menutup diri dari dunia nyata sehingga tidak menciptakan persepsi yang buruk di mata masyarakat sebagai generasi penerus bangsa.