Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konsep diri dan dampak kekerasan verbal yang terjadi kepada anak yang mempunya ibu tiri. Untuk menjelaskan penelitian ini, 3 studi mikro didefinisikan yaitu bagaimana korban memaknai diri sendiri (self) sebagai seorang korban kekerasan verbal, bagaimana peran sosial (society) dalam menghadapi permasalahan yang dialami oleh korban, dan Bagaimana konsep diri korban kekerasan ibu tiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami gejala-gejala yang tidak memerlukan kuantifikasi.Desain Penelitian ini menggunakan fenomenologi dari pemikiran Alfred Schutz yaitu lebih sistematis, komprehensif, dan praktis sebagai sebuah pendekatan yang berguna untuk menangkap berbagai gejala (fenomena) dalam dunia sosial. Penelitian ini didukung oleh empat informan yaitu terdiri dari korban dan psikolog. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu peneliti dalam mengumpulkan data memilih informan dengan menggunakan teknik purposive sampling.Uji keabsahan data pada penelitian menggunakan teknik Sugiyono yang dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat.
Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti adalah kekerasan verbal yang berdampak kepada kesehatan mental dan konsep diri jika kekerasan tersebut terjadi sejak dini sehingga mengganggu pada konsep diri anak. dampak kekerasan tersebut mengacu pada pertumbuhan sang anak dalam hal menilai diri sendiri, bersosialisasi dengan lingkungan, dan kepercayaan diri yang menurun. Kesimpulan penelitian berdasarkan rujukan yang diperoleh oleh peneliti, sesuai dengan teori konsep diri menurut Carl Rogers yaitu konsep diri merupakan hal yang tidak didapatkan sejak lahir, namun respon dari individu yang didapatkan dari pengalam hidupnya. Pengalam tersebut akan melekat menjadi kesatuan yang membuat individu tersebut mempunyai presepsi diri sendiri yang bersangkutan pada penelitian Konsep Diri Korban Kekerasan Verbal. Maka peneliti dapat menyimpulkan kesimpulan penelitian ini yaitu Kekerasan verbal tersebut berdampak pada konsep diri mawar. Semenjak mawar di haruskan untuk bersekolah di sekolah berbasis pesantren, mawar menjadi kurang nya pengalam dan pengetahuan tentang kehidupan diluar sampai pada akhirnya mawar lulus dan tidak lagi pesantren mawar mendapatkan lingkungan yang jauh dari eskpetasi mawar. Dengan mecari peralihan mawar terjerumus kedalam hal yang negative seperti merokok dan meminum alkohol. Menurut Tika apa yang dilakukan oleh mawar itu terbilang wajar karena setiap manusia memilih cara peralihan yang berbeda dan bagaimana Mawar menjalani hidupnya. Jika mawar terus menerus melakukan hal negative tersebut, maka Mawar seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih nyaman, dan jika mawar membatasi perilaku negative maka mawar telah menemukan cara yang lebih positif dalam menjalani masalah.
Saran penelitian ini Dalam penelitian seseorang harus mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan, instansi atau lembaga serta pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun saran-saran yang peneliti berikan, sebagai yaitu Meningkatkan kepekaan terhadap kesehatan anak.