Abstract :
SDS Pantara merupakan pendidikan untuk anak-anak berkesulitan belajar spesifik (specific learning difficulties/LD). Mereka adalah anak-anak yang memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, namun memiliki kesulitan pada satu atau beberapa bidang, salah satu diantaranya yaitu membaca (Disleksia). Kemampuan membaca beberapa anak penderita disleksia cukup rendah dibandingkan dengan anak normal pada umumnya. anak disleksia mengalami kesulitan dalam menulis dan mengingat huruf alfabet serta bagaimana bunyi suatu huruf, cenderung mengalami kebingungan mengenali huruf dengan bentuk yang mirip hal ini ditunjukan ketika ia membaca huruf sering terbalik atau ada yang menghilangkan satu kata dari rangkaian beberapa kata. Pembelajaran di SDS Pantara masih menggunakan metode konvensional, dimana guru menyampaikan materi hanya menggunakan buku, alat peraga dan terkadang menggunakan bantuan PowerPoint. Namun media tersebut ternyata kurang menarik bagi siswa. Metode Gillingham merupakan berorientasi pada kaitan bunyi dan huruf. Setiap huruf diajarkan dengan metode pendekatan multisensori. Pendekatan multisensori yang dipakai yaitu visual, auditori, kinestetik, dan tactile (VAKT). Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian dengan menggunakan Blackbox dan kuesioner dengan metode Skala Likert yang dilakukan bahwa responden menyatakan aplikasi Anak Disleksia Membaca yang dibangun dapat mempermudah siswa penyandang disleksia dalam belajar membaca, selain itu antarmuka aplikasi juga mudah dipahami dan mudah digunakan karena terdapat peningkatan rata-rata nilai siswa disleksia dalam materi membaca sebesar 22,5 dari 49,1 menjadi 71,6.