Abstract :
D’Warunk Laundry merupakan usaha laundry yang melayani pencucian kiloan dan satuan. Usaha D’Warunk laundry sering mendapati konsumen yang mengambil barang tanpa menggunakan nota, jumlah pakaian saat dicek berbeda dengan pernyataan konsumen, serta data harga yang tertera pada nota memudar seiring berjalannya waktu. Permasalahan yang terjadi di usaha D’Warunk Laundry dapat diselesaikan dengan membuat sistem informasi untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan dan dapat melayani konsumen dengan maksimal. Metode SDLC dengan model Waterfall cocok digunakan pada proyek berskala kecil dan pengerjaan waktu yang singkat. Metode SDLC dengan model Waterfall ini memiliki beberapa tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, implementasi, verifikasi dan pemeliharaan. Hasil menunjukan bahwa sistem informasi yang dibuat dapat memudahkan pemilik atau karyawan usaha ini dalam melayani konsumen serta dapat membuat laporan transaksi. Sistem informasi ini memiliki fitur seperti, transaksi, pendataan pelanggan dan akses login agar tidak semua orang dapat mengakses databasenya.Sistem informasi yang dibuat dapat mengatasi pengambilan barang tanpa nota dengan fitur pendataan yang menggunakan foto konsumen sebagai jaminan pengganti nota. Memudarnya harga pada nota dapat diatasi dengan fitur transaksi dimana terdapat laporan detail transaksi didalamnya. Jumlah barang yang tidak sesuai dengan pernyataan konsumen dapat diatasi dengan fitur catatan pada transaksi. Sistem informasi ini hanya dapat diakses oleh pegawai atau pemilik. dan memiliki fitur jasa antar jemput untuk menyesuaikan kondisi pandemik saat ini.