DETAIL DOCUMENT
Analisis Pengendalian Kualitas Benang Warna Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Habeahan, Raymond
Subject
650_Management & Auxiliary Services. 
Datestamp
2022-02-11 07:47:00 
Abstract :
PT. Nirwana Abadi Santosa merupakan sebuah perusahaan industri tekstil yang melakukan pengolahan benang mentah (grey) menjadi benang berwarna untuk memenuhi akan permintaan dari pelanggan dipasar lokal maupun ekspor. Dalam setiap bulan dapat memproduksi dan mengirimkan hasil produksi, tetapi dalam tiap bulan juga mengalami kegagalan produksi yang disebabkan banyaknya produk yang gagal atau cacat. Jenis-jenis cacat produk yang terjadi yaitu benang belang, warna tidak sama, gulungan benang kotor, lembab dan gulungan benang tidak merata. Untuk mengetahui jenis cacat yang dominan dan faktor penyebab dominan tersebut perlu dilakukan inspeksi secara keseluruhan untuk melakukan pengendalian kualitas terhadap produk benang warna. Metode yang digunakan adalah membuat analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui persentase jenis cacat yang dominan terjadi. Metode fault tree analysis (FTA) untuk mengetahui faktor penyebab dari jenis cacat yang dominan. Metode failure mode and effect analysis (FMEA) untuk mengetahui faktor penyebab dominan terjadi pada jenis cacat yang dominan. Dari hasil diagram pareto diperoleh bahwa jenis cacat produk yang dominan terjadi yaitu jenis cacat warna tidak sama dan benang belang. Hasil dari metode fault tree analysis (FTA) diperoleh faktor-faktor penyebab pada jenis cacat warna tidak sama dan benang belang yaitu faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan yang menyebabkan terjadinya jenis cacatnya. Sedangkan dari hasil metode failure mode and effect analysis (FMEA) diperoleh bahwa faktor dominan yang menyebabkan terjadinya jenis cacat warna tidak sama yaitu komposisi obat tidak sesuai standar dan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya jenis cacat benang belang yaitu karena settingan mesin tidak sesuai standar serta main pump mesin tidak sesuai standar. Usulan perbaikan pengendalian kualitas agar dapat mengurangi produk cacat dan proses produksi menjadi lebih terkendali dengan menggunakan metode 5W+1H. Perbaikan yang diusulkan untuk penelitian ini adalah dengan melakukan pelatihan pada setiap operator agar dapat meningkatkan keahlian dalam melakukan settingan komposisi obat yang digunakan sesuai standar pada setiap jenis benangnya dan melakukan maintenance secara berkala pada bagian divisi cone up dilantai produksi agar settingannya dapat sesuai dengan jenis benang yang akan diproduksi selanjutnya. Diharapkan dengan adanya pengendalian kualitas yang dilakukan sebelum melakukan proses produksi benang warna yang diusulkan mampu mengurangi jumlah kegagalan produksi atau cacat produk yang dihasilkan pada setiap bulannya. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia