Abstract :
Permasalahan lalu lintas kota bandung meningkat seiring dengan pertumbuhan arus lalu lintas hal ini dikarenakan fasilitas yang tersedia tidak mampu mengimbangi pertumbuhan lalu lintas, akibatnya adalah kemacetan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah persimpangan. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada simpang Jl. Cikutra Barat dan Jl. Cikondang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia tahun 2014 dan aplikasi PTV VISSIM 2021. Hasil dari penelitian ini adalah rekayasa lalu lintas untuk melerai pemasalahan lalu lintas pada simpang. Kondisi pada simpang mempunyai nilai derajat kejenuhan (DJ) pada jam puncak sebesar 1.3, peluang antrian (PA) sebesar 59-145%, Tundaan simpang (T) sebesar 23.5 detik/skr setelah dilakukan rekayasa lalu lintas didapat nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0.72, Peluang antrian (PA) sebesar 21-43%, Tundaan (T) simpang sebesar 15.3 detik/skr. Pada penerapannya penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan bagi pihak yang berwenang untuk melakukan rekayasa lalu lintas, sehingga penelitian ini bisa mengatasi permasalahan yang terjadi pada simpang dan melerai kemacetan yang terjadi.