Abstract :
Bandung merupakan salah satu Kota besar yang berkembang cukup pesat, yang menyebabakan terjadinya permasalahan pada ruas jalan di Kota Bandung. Salah satunya yaitu yang terjadi pada ruas jalan Ibrahim Adjie, karena adanya pedagang kaki lima yang bertransaksi dengan pembeli pada ruas jalan tersebut hingga memakaian area badan jalan pada ruas jalan, yang akhirnya menurunkan nilai tingkat pelayanan pada jalan tersebut. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian untuk mengatasi permasalahan pada ruas jalan tersebut. Penelitian yang digunakan pada ruas jalan Ibrahim Adjie menggunakan metode PKJI 2014 dan juga pengaplikasianya menggunakan software PTV Vissim. Volume lalu lintas dengan intensitas tertinggi, ada pada hari minggu 20 juni 2021 jalan Ibrahim Adjie arah Jalan Soekarno Hatta sebesar 2.856,8 skr/jam, dan Jalan Ibrahim Adjie arah Ibrahim Adjie sebesar 2.660 skr/jam. Hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan tersebut >900 yang artinya adalah hambatan samping tersebut sangat tinggi (ST), dengan kapasitas (C) pada ruas jalan tersebut sebesar 2.904 skr/jam. Kecepatan tempuh jalan Ibrahim Adjie arah jalan Soekarno Hatta adalah 25,28 km/jam, dan jalan Ibrahim Adjie arah jalan Ibrahim Adjie sebesar 27,88 km/jam. Nilai derajat kejenuhan (Dj) yang terbesar pada jalan Ibrahim Adjie arah jalan Soekarno Hatta ada pada hari sabtu 19 juni 2021 sebesar 0,92, dan jalan Ibrahim Adjie arah Ibrahim Adjie ada pada hari Minggu 20 juni 2021 sebesar 0,98. Nilai ITP pada ruas jalan Ibrahim Adjie pada kedua arah tersebut masuk kedalam kategori “Dâ€. Yang berarti Arus tidak stabil, dan kecepatan rata-rata ≥ 25 Km/jam.