DETAIL DOCUMENT
Pengembangan Standar Kode Qr Indonesia Sebagai Sistem Pembayaran Berbasis Android Bagi Usaha Kecil Menengah
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Pambajeng, Panji
Subject
650_Management & Auxiliary Services. 
Datestamp
2022-03-31 02:59:00 
Abstract :
Penerapan teknologi keuangan akan menimbulkan disruptive environment seiring perkembangan teknologi dan digitalisasi yang demikian cepat. Dampak perkembangan teknologi dalam sistem pembayaran terakhir ini adalah munculnya instrument pembayaran yang dikenal dengan uang elektronik ( electronic money/e-money) dan uang virtual ( virtual money ). Uang elektronik muncul sebagai jawaban atas kebutuhan terhadap instrument pembayaran mikro yang diharapkan mampu melakukan proses pembayaran secara cepat dengan biaya yang relatif murah. Pada tanggal 1 Januari 2020 Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran non tunai menggunakan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dengan adanya QRIS ini membantu merchant untuk lebih efisien dalam melakukan transaksi atau pembayaran non tunai dengan pembeli. Pada masa pandemi volume orang yang menggunakan uang elektronik peningkatan tersebut terlihat dari jumlah merchant atau ukm pengguna QRIS yang 741.140 pada Mei 2020. Padahal, pada Maret 2020, jumlah merchant pengguna QRIS hanya 612.883 merchant. Artinya terjadi peningkatan sebesar 20,92% pada rentang waktu Maret – Mei 2020. Penelitian ini bertujuan selain untuk pembayaran juga sistem informasi kepada merchant atau ukm mengenai status pembayarannya. Sistem ini berguna untuk pengecekan dan pencatatan dari transaksi yang telah berlangsung. Sistem ini dibangun pada platform android yang didalamnya terdapat fitur pengecekan saldo, history transaksi. Dengan menggunakan aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran dan tidak pelu repot untuk menyiapkan uang kembalian. Pengujian pada penelitian ini menggunakan metode blackbox yang terdapat UAT (User Acceptance Test) kuesioner disebarkan reponden ditentukan secara acak tanpa menentukan ciri khusus pada responden dan jumlah responden minimial satu. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 10 responden diantaranya ukm dan pengguna menunjukan rata-rata dari jawaban 80% yang menyatakan aplikasi sesuai dengan kebutuhan sebagai sistem informasi pembayaran dengan hasil pengujian blackbox aplikasi tidak mengalami kegagalan fungsi. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia