Abstract :
Ruang interior merupakan salah satu aspek penunjang fisik yang diperlukan oleh individual ketika melakukan aktivitas dalam ruang, termasuk para penyandang autisme. Gangguan Spektrum Autisme (GSA) merupakan sebuah kelainan neurobiologikal yang berat pada sistem saraf di otak. Di Indonesia pengadaan pekerjaan untuk penyandang autisme belum terwujud secara merata, bahkan mungkin hanya beberapa persen perusahaan di Indonesia yang menyanggupi peraturan UU Pemerintah Pusat. Dalam merespon konteks tersebut, dibuatlah sebuah perancangan interior Autism in Workplace sebagai sarana yang dapat menjembatani para stakeholder (pemangku kepentingan) dan penyandang autisme (Asperger) dalam melakukan kecocokan dibidang pekerjaan. Fasilitas ini memiliki area edukasi yang di targetkan pada user yang memiliki ketertarikan dengan konteks yang berhubungan dengan Autisme. Dilengkapi juga dengan fasilitas area job matching untuk memfasilitasi aktivitas para Asperger dan Stakeholder dalam melakukan kecocokan.