Abstract :
Dalam hubungan internasional terdapat sebuah konsep yang dinamakan power yang merupakan segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia untuk menentukan dan menjaga kendali atau kekuasaan atas orang lain. Terdapat dua macam power hard power dan soft power. Soft power sendiri adalah kemampuan suatu pihak untuk mengarahkan pihak lain dan mengikuti kemauan pihak pertama tanpa tekanan. Lebih lanjut, soft power merupakan sebuah bentuk baru dari power yang menekankan pada daya tarik sebuah negara. Hal ini terkait dengan upaya pencitraan sebuah negara yang dilakukan untuk menarik simpati dari negara lain agar mau mengikuti kemauan dari negara yang mengimplementasikan soft powernya tersebut maupun untuk mendapatkan tempat dalam politik internasional. Gastrodiplomasi merupakan sebuah konsep dari diplomasi publik yang berlandaskan soft power, di mana menjadikan makanan sebagai alat untuk berdiplomasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai perbandingan gastrodiplomasi khususnya gastrodiplomasi yang dilakukan oleh Indonesia dan Thailand dalam hal meningkatkan pariwisata. Thailand dipilih karena merupakan salah satu negara dengan gastrodiplomasi terbaik .Perbandingan yang akan dilakukakan adalah dengan membandingkan strategi gastrodiplomasi oleh kedua negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang dikumpulkan berasal dari sumber jurnal, studi pustaka, serta penelusuran secara online, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Hubungan Internasional. Penelitian dilaksanakan melalui wawancara dengan pihak Sub Direktorat Ekonomi dan Pembangunan, Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Hasil penelitian ini berupa strategi gastrodiplomasi yang dilakukan baik oleh Indonesia dan Thailand dalam meningkatkan pariwisata masing-masing negara.