Abstract :
Penelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh kepemimpinan Donald trump dalam merubah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap perkembangan nuklir Iran dan kebijakan luar negerinya untuk keluar dari Joint Comperhansive plan of action (JCPOA) ditinjau dalam persfektive realisme. Joint Comperhansive plan of action (JCPOA) merupakan kerjasama internasional yang telah disetujui dan diselenggarakan oleh negara Amerika Serikat, United Nations, China, Iran, Prancis, dan Jerman (P5+1) pada tahun 2015 dibawah kepemimpinan presiden barack Obama. Tujuan diciptakannya perjanjian JCPOA ini adalah agar Iran mau untuk menghentikan pembanggunan program nuklirnya. Setelah Donald Trump menjadi Presiden dalam kebijakannya bahwa Ia tidak setuju dengan adanya perjanjian JCPOA tersebut, Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran secara diam-diam telah mengembangkan program nuklirnya untuk kepentingan militer. Pada bulan Mei tahun 2018 secara sepihak Amerika Serikat menyatakan untuk keluar dari perjanjian JCPOA dan memberikan sanksi kepada Iran. Tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini dapat dijelaskan menggunakan Teori Offensive Realisme yang menyebutkan bahwa setiap negara akan melakukan segala cara sekali pun dengan cara-cara yang dapat mengancam keamanan negara lain, agar dapat mendapatkan kepentingan nasionalnya yang bertujuan untuk tetap bertahan hidup. Dalam Teori offensive realisme menyatakan bahwa dengan adanya great power merupakan suatu alat untuk mendapatkan tujuan nasionalnya walapun harus dilakukan dengan cara-cara yang bersikap agresif kepada negara lainnya.