Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Serangan Siber apa aja yang dilakukan kepada Amerika Serikat setelah dilakukannya penjanjian siber 2015 oleh kedua negara. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menganalisa apa yang menjadi kepentingan Tiongkok atas tindakannya mengabaikan perjanjian siber dengan Amerika Serikat. Dan bagaimana Amerika Serikat merespon atas serangan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam mengumpulkan data-data, peneliti melakukan studi literatur dan penelusuran online. Sedangkan teknik untuk menganalisis data peneliti menggunakan teknik reduksi data. Hasil penelitian ini menjelaskan hubungan bilateral Amerika serikat dengan Tiongkok dalam dunia siber, bagaimana kedua negara tersebut dapat membentuk sebuah perjanjian serta benar bahwa adanya serangan siber Tiongkok kepada Amerika Serikat pasca Kesepakatan Keamanan Siber 2015. Peneliti menganalisa bahwa ada motif ekonomi mengapa Tiongkok melakukan serangan siber tersebut. Dan dampak dari serangan tersebut Amerika Serikat lebih memperbaiki strategi keamanan sibernya.