Abstract :
Bagi penyandang cacat fisik, kursi roda merupakan salah satu alat bantu utama yang banyak digunakan untuk melakukan aktifitasnya. Salah satu kendala bagi pengguna kursi roda adalah masih kurang kemandiriannya artinya dimana pemakai kursi roda masih memerlukan bantuan orang lain, misalnya saat melintasi jalan tanjakan dan jalan turunan. Tujuan dari membuat kursi roda yaitu mampu naik tanjakan dengan kecepatan yang dapat diatur berdasarkan kondisi jalan menjak, menurun maupun datar dan membuat sebuah kursi roda dengan motor listrik yang bergerak dengan mulus. Dalam penelitian ini digunakan mikrokontroler sebagai pusat pengolah dan pengontrol data, buah motor DC dan 2 buah gear box untuk menggerakan kursi roda. Driver motor untuk mengontrol kecepatan serta arah putaran motor kiri dan kanan. Sebuah sensor opotocoupler untuk digunakan untuk mendeteksi berapa banyak lubang yang terdeteksi dengan encoder disk yaitu 20 lubang dengan membaca sebuah kondisi 1 atau 0, sehingga dapat mengetahui kecepatan motor untuk mengetahui nilai kecepatan motor (RPM) dari masing-masing roda. Keluaran dari sensor optocoupler akan diatur oleh driver motor untuk membaca kecepatan dan arah motor kiri dan kanan. Hasil penelitian ini kursi roda berusaha menjaga untuk gerak lurus dengan segala kondisi melewati tanjakan dan turunan dengan mengatur kecepatan motor kiri dan kanan, namun masih memiliki kekurangan pada kursi roda yang masih belum stabil, sehingga ketika motor satunya lebih cepat atau lambat dari motor satunya, maka kecepatan motor akan berusaha menyesuaikan gerak motor yang telah ditentukan, sehingga kursi roda berusaha jalan maju dengan lurus.