Abstract :
Abstrak
Samsul Alim, 2024. Manajemen Pembelajaran Berbasis Ahlussunah Waljamaah an- Nahdhiyah (Studi Multikasus di MTS Bustanus Syubban dan SMP AL-Miftah
Ketapang Sampang). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program
Pascasarjana (S2) Universitas Gresik. Pembimbing: (I) Dr. Suyitno, M. Pd. (II). Dr. Ahmad Tohirin, M.Pd
Kata Kunci: Manajemen Pembelejaran, Berbasis Ahlussunnah Waljamaah, al- Nahdhiyah. Penelitian ini akan memusatkan pada Manajemen Pembelajaran Berbasis
Aswaja di MTS Bustanus Syubban dan SMP AL-Miftah Ketapang Sampang masih
menghadapi beberapa tantangan. Hal tersebut, karena Lembaga Pendidikan disana
berbasis pesantren ala Nahdhatul Ulama?. Dalam pelaksanaan manajemen keaswajaan
menjadi bagian penting dalam meningkatkan kekuatan akidah, syariah, nilai dan moral
para peserta didik. Tiga hal yang menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini. Pertama;
Bagaimana Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Aswaja di MTS Bustanus
Syubban dan SMP AL-Miftah Ketapang Sampang?. Kedua: Apa Tantangan yang
Dihadapi dalam Menerapkan Manajemen Pembelajaran Berbasis Aswaja di MTS
Bustanus Syubban dan SMP AL-Miftah Ketapang Sampang?. Ketiga: Bagaimana
Partisipasi dan Persepsi Stakeholder (Guru, Siswa, Orang Tua) terhadap Manajemen
Pembelajaran Berbasis Aswaja di MTS Bustanus Syubban dan SMP AL-Miftah
Ketapang Sampang?. Untuk mendapatkan hasil dari tiga fokus tersebut, peneliti menggunakan metode
penelitian dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini ada dua; yaitu analisis naratif dan analisis crose case. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: Implementasi Manajemen
Pembelajaran Berbasis Aswaja di MTS Bustanus Syubban dan SMP Al-Miftah
Ketapang Sampang dilakukan dengan cara terus melakukan pengembangan kurikulum
berbasis aswaja dengan menjadikan aswaja an-Nahdiyah sebagai tolak ukur dari
kurikulum tersebut. Kedua; strategi yang digunakan untuk mengahadapi tantangan
dalam penerapan Manajemen Pembelajaran Berbasis Aswaja adalah melakukan
pengembangan sumber daya manusia, melakukan penyesuaian kurikulum agar terus
seimbang dengan perkembangan zaman, mengintegrasikan nilai aswaja dan akademik, menginternalisasi agar terjadi keseimbangan antara teori dan praktik, serta adanya
respon terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan. Ketiga; Partisipasi dan Persepsi
Stakeholder (Guru, Siswa, Orang Tua) terhadap Manajemen Pembelajaran Berbasis
Aswaja di MTS Bustanus Syubban dan SMP AL-Miftah Ketapang Sampang telah
menunjukkan dukungannya terhadap kurikulum pendidikan berbasis aswaja.