Abstract :
Keahlian komunikasi yang efektif adalah salah satu alat yang paling penting
dimana para profesional kesehatan dapat mentransfer pengetahuan ke dalam
implementasi, memberdayakan pasien menemukan solusi untuk tantangan
kesehatan mereka, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam merawat pasien.
Kepatuhan diet dapat sangat sulit dan membutuhkan dukungan agar menjadi biasa
dengan perubahan yang dilakukan dengan cara mengatur untuk meluangkan waktu
dan kesempatan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan diri. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui adanya hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan diet
pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional.
Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 148
responden. Variabel independen adalah Komunikasi Terapeutik, Variabel dependen
adalah Kepatuhan Diet. Data dikumpulkan menggunakan kuisoner kemudian di
analisa menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian ini memperoleh makna (p<0,05), dari hasil data
menunjukan komunikasi terapeutik sebagian besar baik (99%) dan kepatuhan diet
sebagian besar tidak patuh (58%) diperoleh nilai p=0,652 yang artinya dalam
penelitian ini tidak ada hubungan antara kedua variabel.